Rabu, 16 September 2015

IKAWANGI JATIM UNTUK ANAK YATIM (Bagian 1)





Hampir setiap malam, di sebelah rumahku selalu terdengar suara ‘sinau’ bocah kecil bersama ibunya. Hal itu rutin dilakukan sang ibu ketika si bocah pulang dari surau. Dan ketika ada anak kecil yang membuat gaduh di rumahnya, biasanya ibu dan anak ini akan pindah ‘sinau’ di rumahku.

Namanya Rangga Rizki Saputra. Bocah berusia 8 tahun ini, sejak usia 7 bulan sudah ditinggal mati oleh ayahnya, almarhum Subur. Sehingga, beban berat untuk menghidupi Rangga kecil ada di pundak ibunya.
Beruntunglah, saat ini Rangga sudah memiliki ayah tiri yang begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Sehingga tidak sampai membuat bocah yang selalu salaman setiap berangkat dan kembali dari mushollah dan sekolah ini berhenti mengenyam pendidikan.

Dan Minggu kemarin, tepatnya pada tanggal 13 September 2015. Bocah kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah ini ku ajak ke pasar untuk belanja keperluan seragam celana hijau dan baju putih serta 1 stel seragam pramuka, plus ATK. Juga seragam batik dan olahraga dari sekolahnya.

Keluarga kecil ini sampai menetskan air mata saat menerima bingkisan seragam dari Ikawangi Jawa Timur. Ibunya hanya terdiam tak mampu mengatakan apapun kecuali ucapan terima kasih untuk Ikawangi.
“Kesuwun, mas. Salam Terima kasih saya untuk Ikawangi Jawa Timur” ungkapnya lirih.

Saat ini, Rangga sudah tidak memakai baju seragam bekas lagi. Dan seperti hari-hari sebelumnya. Bocah hitam manis ini selalu aktif melakukan ritualnya, berangkat dan pulang senantiasa bersalaman tangan dan mengucapkan Assalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar