Bersama keluarga
Kedua orang tuanya bercerita jika anaknya trauma ke sekolah, sebab selalu di ejek oleh temen-temen sekolahnya karena bajunya yang tidak sama dengan mereka. Bahkan ada oknum guru juga yang tidak bersikap simpatik.
Ku tawarkan untuk sekolah, si anak mau. Tapi orang tuanya yang malah trauma. Lalu setelah panjang lebar ngobrol, akhirnya kedua orang tuanya setuju. Lalu, dapat darimana seragam.? Saat itu aku langsung sms beberapa temen agar bias menyumbangkan seragam bekas anaknya atau saudaranya. Nihil… keberuntungan belum berpihak pada kami.
Bersama ketua RT
Hari minggu, aku mendapat SMS agar menghubungi BAZ (Badan Amil Zakat) Kecamatan Kalipuro. Alhamdulillah langsung belanja bersama pihak BAZ, pak RT dan si bocah kecil yang bernama Rudiyanto yang sekarang usianya sudah 9 tahun.
Dan di bulan September 2015 ini, tepatnya pada minggu 13 September 2015. Aku kembali kerumahnya dengan membawa bingkisan seragam sekolah bantuan dari IKAWANGI JAWA TIMUR. Dan kondisi seperti inilah yang tak mampu aku kuasai, ketika satu keluarga berkumpul dengan penuh berkaca-kaca. Mereka mengucapkan banyak terima kasih atas usaha Ikawangi yang telah membantu seragam sekolah anaknya.
Mencoba Seragam Baru
“Kesuwun ya, “ kata emaknya Rudi, Imsiyah dengan logat usingnya yang kental.
Alhamdulillah, sekarang Rudi sudah punya seragam baru. Maklum saja, seragam yang selama ia pakai masih menggunakan seragam yang dibeli pada tahun 2013 lalu. Using dan banyak yang sobek.
Tapi saat ini, si Rudi yang pendiam sudah sumringah karena bantuan Ikawangi Jawa Timur.





























